PENERTIBAN PKL YANG TAK IZIN DIGEMBONG SURABAYA

JASA PENGURUSAN IZIN SURABAYA

SURABAYA – Penertiban pedagang barang bekas di sepanjang Jalan Kapasari atau biasa disebut Pasar Gembong, Senin malam (12/11) sempat diwarnai kericuhan. Puluhan pedagang mengamuk dan sempat menyandera satu truk milik petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Hal ini terjadi diduga karena adanya kesalahpahaman.
Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto menyebutkan bahwa penertiban ini guna memindahkan para pedagang kaki lima (PKL) ke dalam tempat baru di Jalan Gembong Asih. Mereka yang berjualan di pinggir jalan diminta masuk ke dalam sentra PKL yang sudah disiapkan tersebut.
“Para PKL ini direlokasi di Jalan Gembong Asih. Kita sudah lakukan undian (pedagang) yang akan menempati di sana. Padahal mereka sudah kami akomodasi semua untuk bisa tetap berjualan di Gembong Asih. Tapi nyatanya masih banyak yang jualan di jalan,” kata Irvan jasa pengurusan izin surabaya.
.
Pelaksanaan penertiban dimulai pukul 16.00. Hanya saja, penertiban menjadi tidak kondusif ketika terjadi kesalahpahaman. Massa yang terprovokasi membuat keadaan menjadi chaos. “Akhirnya kita menarik mundur pasukan supaya reda dulu,” ungkapnya.
Sebenarnya, tutur Irvan, dengan tetap berjualan di tepi Jalan Kapasari atau Jalan Gembong tidak sesuai komitmen pengundian yang dilakukan Jumat (9/11) lalu. Dari pengundian itu, para PKL telah mendapatkan stand di Sentra PKL Gembong Asih. Namun nyatanya, justru mereka tetap berjualan di tepi jalan. Padahal ada risiko besar dengan jualan di pinggir jalan.
Selain itu, berjualan tidak di dalam stand, jika dibiarkan maka sentra PKL yang dibangun pemkot dari dana APBD bisa menjadi mati. “Kita tujuannya dibangunkan sentra PKL itu adalah untuk merelokasi mereka semua ke tempat yang lebih baik. Kemudian tadi kejadian (ricuh, Red). Bukannya tanpa sosialisasi, sudah kita lakukan tiap hari, setiap hari. Sudah mulai enam bulan lalu,” urainya.
Beruntung pada insiden tersebut, tidak ada personel satpol PP yang cedera. “Jadi kita memang menghindari bentrokan fisik. Kami tak terprovokasi, lebih baik kita mundur,” tuturnya.
Meski mendapat perlawanan, Irvan memastikan tetap akan melakukan penertiban. Dalam beberapa waktu ke depan, para pedagang yang berjualan di tepi jalan tersebut bakal dimasukkan ke tempat baru di Sentra PKL.
Perlu diketahui, Sentra PKL Gembong Asih menyediakan sekitar 200 stand. Jumlah ini dianggap memadai data riil jumlah pedagang di Jalan Gembong yang sebanyak 118. “Di sana (Sentra PKL, Red) masih ada tempat kosong 160 stand yang sudah bisa dipakai,” tandasnya. (bae/jay)

No comments:

Post a Comment